Bak misbah yang menyinari
ruang kosong membisu
Aku terpaku tapi berkata
dalam dekapan itu
Seperti terhipnotis
Tapi aku sadarkan diri…
Ku ratapi hari demi hari
yang telah ku lalui bersama satu nama
Nama yang sebenarnya tak
ku mengerti tapi selalu menghantui
Sebab hatiku bukan milik
siapa- siapa
Namun kepada Allah lah jua
tempat segala rasa kembali
Ku biarkan saja semua
tetap mebisu
Berharap semua yang ku katakana
didengar
Sebab diamnya ruang ini
menggemakan rintik demi rintik aliran air mata ku
Tetap ku sisipkan namaMU
Berharap keputusan ini
adalah KeridhoanMu
Bagian dari rencanaMu yang
indah itu,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar