Daftar Blog Saya

Sabtu, 22 Februari 2014

Cara membuat kue sus yang lembut

Assalamu'alaikum...
ukhtifillah... Dihari minggu yang cerah, adalah timing nya buat kita para Akhwat mendedikasikan diri buat yang namanya "Pekerjaan Rumah" hehe...
dan yang pas banget tuh adalah.. Masak!!!
Yup,, sekedar berbagi pengalaman nih.. kemarin di halaqah saya kami ada agenda keahwatan  , dan kali ini agenda keakhwatan kami adalah "masak kue sus" hmmmm kebayang tuh tekstur kue sus yang lembuuut itu,,, :)
oke deh.... langsung aja yan saya bagi resep nya!
gampang dan gak repot!
check it out... yuhuuuuuuuuuuuuu

 Bahan-bahan : 
  • 100 gram margarin
  • 125 gram terigu
  • 200 ml air
  • ¼ sdt garam
  • 4 butir telur

Bahan Vla :
  • 100 gram tepung terigu
  • 1 kuning telur, kocok lepas
  • 500 ml susu cair
  • 125 gram gula pasir
  • ½ sdm margarin
  • ¼ sdt garam
  • 1 sdt rhum

Cara Membuat Kue Sus

Membuat kulit sus :
  1. Rebus margarin dan air hingga margarin meleleh dan mendidih
  2. Kemudian masukkan tepung terigu dan garam, aduk rata hingga adonan kalis dan tidak lengket dipanci
  3. Matikan api, angkat adonan dan diamkan hingga adonan dingin
  4. Setelah adonan dingin masukkan telur satu persatu sambil dikocok dengan mixer dengan kecepatan rendah
  5. Setelah selesai bentuk adonan dengan spuit langsung diatas loyang yang sudah dioles margarin
  6. Panggang dalam oven hingga matang sekitar 30 menit sampai berwarna kecoklatan
Membuat Vla sus :
  1. Larutkan terigu dengan 150 ml susu. Tambahkan kuning telur aduk rata, sisihkan
  2. Rebus sisa susu dan gula hingga mendidih, masukkan larutan tepung aduk hingga licin
  3. Tambahkan margarin dan garam aduk rata
  4. Masak hingga vla meletup-letup, angkat dan biarkan sampai uapnya hilang
  5. Kemudian masukkan rhum aduk rata
  6. Belah kue sus tapi jangan sampai putus kemudian isi dengan satu sendok vla kedalamnya

Kamis, 20 Februari 2014

KISAH SI POHON MANGGA

Disebuah desa, tinggallah seorang putri yg cantik rupawan. Hari-harinya di hiasi dengan senyuman dan kasih sayang. Wajahnya yg lembut, ayu dan rupawan membuat banyak orang yg terpesona akan keindahan paras wajahnya. sang putri selalu menghabiskan waktu senggangnya untuk duduk dan bersantai mesra disebuah taman yg tumbuh subur pohon mangga yg lebat serta rindang daunnya.

Setiap saat ia bercerita tentang senyum, suka, duka dan kadang menangis bersama sang pohon. Pohon itu selalu setia mendengarkan sang putri. Setiap ucapan yg terukir di bibir sang putri, sang pohon selalu menjadi pendengar yg baik dengan memberikan kesejukan di jiwa sang putri. Terkadang sang pohon mengibaskan angin segar dengan dahannya yg lebat. Berusaha Memberikan ketenangan disaat airmata dan keresahan tergores di jiwa sang putri. memberikan senyuman di saat rintihan kegelisahan membelai. Memberikan semangat di saat detak jantung lambat berdetak. Sang pohon begitu setia kepada sang putri. hari-hari mereka lalui dengan penuh keakraban, penuh kasih sayang, penuh penghormatan dan kelembutan.

Suatu ketika, sang putri jatuh hati kepada seorang pemuda tampan di desa tersebut. parasnya yg cantik membuat banyak pemuda yg ingin singgah di hatinya, merasa iri dengan pemuda pilihannya. Seperti biasa, sang pohon menjadi tempat curahan kesenangan, kesedihan serta keceriaan dalam hidupnya. Bahkan isi hatinya kepada pemuda yg berusaha mendekatinya. Seperti biasa, sang pohon selalu setia mendengar, tertawa, bersedih bahkan menangis bersama sang putri dan pujaan hati.

Waktu berjalan mengiringi keabraban dalam canda dan tawa mereka, dan pohon tersebut kini semakin tumbuh segar dan lebat, bahkan putik-putik bunga kini semakin tumbuh merekah, dan berbuah manis. Sang putri dan pemuda pujaan hatinya kini semakin akrab bersama sebatang pohon mangga yang selalu setia menjadi saksi kebahagian, kesedihan dan berupaya memberikan ketenangan, keteduhan dan keceriaan.

Hingga suatu ketika, cuaca buruk menerpa, hama merajalela dan prahara menerka di kehidupan mereka. Sang pohon dengan sekuat tenaga berjuang dan bertahan dalam hebatnya ujian yg melanda. Mempertahankan kokohnya akar agar bisa bertahan hingga beribu tahun. Mempertahankan rindangnya dedaunan hijau agar bisa memberikan kesegaran di setiap mata yg memandang, berjuang meraih ranting-ranting yg rindang agar bisa membiaskan angin segar yg penuh kerinduan.
Perjuangan itu, akhirnya berhasil ia lewati. Seperti biasa, sang putri dan pemuda pujaan hati masih dapat merasakan segarnya dedauan, berpayung dari terpaan zaman, membiaskan angin segar yg penuh kerinduan. Hari-hari mereka lewati seperti biasanya, bermesra, bercanda, suka, duka, asa, coba dan goda bersama si pohon mangga.

Hingga suatu ketika, di saat kesenangan terjamah, keceriaan bersahaja, kemesraan bergayut rindu antara sang putri, dan pemuda di bawah rindangnya dedaunan si pohon mangga
tiba-tiba sang mangga menjatuhkan buahnya. Dengan penuh kebahagian dan harapan bergayut di bisik mereka. Sang putri menyayat sedikit demi sedikit kulit yg menempel di tubuh sang buah. Dengan cermatnya sang putri memotong daging buah yg merah dan merekah.

Namun, kesenangan yg di rasa, keceriaan yg bersahaja, kemesraan yg bergayut rindu tiba-tiba pecah seketika. Daging buah yg di bina, masam rasanya. Kecut di lidah, sebak di hati dan sembilu di jiwa. Seketika sang putri marah kepada sang pohon, bermacam rasa di dalam dada keluar tak terkira. Cercaan demi cercaan keluar menerpa. Menggetarkan setiap ranting, menggugurkan setiap daun, mengecutkan mahkota buah.

Kini, sang pohon hanya terdiam, memendam kenangan yg silam, menyimpan kebahagian yg hilang, membina asa dan harapan mesti hanya menerawang. Menjamah kesalahan-kesalahan dengan mata yg berkunang.
namun, sang pohon berupaya terus tumbuh dan berkembang, belajar dari perjuangan agar dapat memberikan kesejukan, mengibaskan angin segar, Memberikan ketenangan, mengukir senyuman serta semangat di jiwa setiap insan.



***********************************

sahabatku, dalam hidup kita sering di hadapkan oleh berbagai situasi, baik tawa, bermesra, bercanda, suka, duka, asa, serta coba. Dan tak jarang kita bercerita kepada ibu, ayah atau seorang sahabat agar mereka dapat merasakan apa yg kita rasa. Dan terkadang memberikan nasehat akan kelemahan-kelemahan atau kekhilafan kita. Menyokong kebaikan kita bahkan memberikan senyum terhadap keikhlasan kita.

 

Namun, seorang ayah, ibu dan sahabat itu bukanlah seorang Nabi atau Malaikat yg selalu memberikan senyuman indah dan merekah kepada kita. Terkadang mereka memiliki cara tersendiri untuk membuat kita bahagia. Hentakan mereka, pilu yg di rasa, pastilah bermakna meskipun penuh suka / duka.

 

Tak selamanya fikiran kita di jamah oleh alam sadar mereka, tak selamanya ia mengerti apa yg kita rasa. Namun percayalah, mereka akan selalu berdoa dan berupaya membuat kamu bahagia meski dengan cara yg berbeda…

 

----------------------------
sumber : Majelis Ta'lim Darusshofa

Jumat, 14 Februari 2014

Sholeh dan cerdas ala SDIT.ROBBANI...(. part One )

 Alya Ananda Syafira
Juara Olimpiade Science 2013-2014
Bersama pembimbing olimpiade math (Novita sari S.Pd) en science(Intan zahrayni S.Si)
 Muhammad Haffizuddin Al-Ashad
Juara Olimpiade Mathemathic
bersama pembimbing Olimpiade
 Alya adalah anak dari seorang ayah yang bekerja sebagai wirausahawan dibidang kesehatan dan ibunya juga wirausahawan. Alya terkenal dengan kesholehaannya, hafalan Qur'an nya sudah mencapai juz 29. Selama bersekolah ia selalu mendapatkan ranking 1. Subhanallah. Kerendahan hati, mudah berteman,pemaaf ,ramah dan baik serta murah hati. pantas dia memiliki banyak teman dan kecerdasannya mengantarkannya ke jenjang prestasi yang membanggakan.
Hafizuddin atau Hafiz, anak dari seorang Ayah yang merupakan tokoh agama dan ibunya seorang hakim di pengadilan agama. Hafiz terkenal dengan sikap yang pendiam,tak banyak bicara kecuali perkataan nya itu bermanfaat. Penulis sendiri sangat simpatik terhadap anak ini, walau pun baru 1 tahun bergabung di SDIT.Robbani, tapi sudah bisa beradaptasi dengan pelajaran-pelajaran disekolah , dengan kebiasaan baru dan dengan hafalan qur'an.Hafalannya juga sudah mencapai juz 29 . Subhanallah. Sikap nya yang pendiam, cerdas dan sholeh ini mampu mengantarkannya menjadi sang juara di Olimpiade.



Kami perduli terhadap generasi Robbani. Kami ingin Islam dikenal dengan kecerdasannya lewat ajang perlombaan yang mengandalkan prestasi akademis. Kami percaya semua anak cerdas dan sholeh. Dan kami bangga terhadap mereka. 3 tahun kami membina dibidang sains dan matematika dan Alhamdulillah kami mengantarkan anak-anak itu kepada dunia dimana adakalanya kita perlu membuktikan generasi Robbani itu sholeh dan cerdas. Kami ingin menjadikan mereka sholeh dan cerdas, bukan cerdas tapi tak sholeh.

Kenapa berjilbab tapi belum sholeha?

dakwatuna.com – Tidak ada  alasan bagiku untuk tidak mengenakan hijab ini. Hijab yang telah melekat dan kukenal sejak aku berusia sangat dini, bahkan saat sebelum aku mengetahui kewajiban untuk menutup aurat. Namun demikanlah orang tuaku, kami dikenalkan menutup aurat sejak kecil walau hanya sekedar dikenalkan. Memasuki usia sekolah, orangtuaku memilih ibtida’iah sebagai tempat kami menutut ilmu. Sudah menjadi program mama dan papa untuk pendidikan anak-anak mereka. Untuk sekolah dasar dan menengah pertama, mereka akan menyekolahkan kami di sekolah yang bebasis agama Islam. Sedang ketika menengah atas mereka membebaskan kami sekolah di manapun yang kami mau. Tentunya semua dilakukan untuk mengenalkan kami tentang Islam yang kaffah sejak dini.
Jilbab…
Sejak masuk sekolah dasar aku sudah mengenakan jilbab. Walau hanya dipakai ketika masuk sekolah saja. Ini sudah cukup untuk mendidik kami bahwa ternyata yang membedakan seorang muslimah dengan wanita dari agama lain adalah jilbab. So… bagaimana dengan muslimah yang tak mengenakan jilbab?? Jawablah pertanyaan ini sendiri.
Sampai di sekolah menengah pertama aku masih mengenakan jilbab ketika bersekolah. Saat itu aku belum memahami tentang kewajiban mengenakan jilbab. Tapi jika bertemu dengan guru atau teman sekolah dalam keadaan tak berjilbab rasanya maluuuu sekali. Alhamdulillah ternyata itu awal dari bagaimana cara Allah mengingatkanku tentang kewajiban berjilbab.
Selanjutnya seperti yang dijanjikan orangtuaku, ketika masuk SMA kami bebas memilih kemana pun kami ingin. Kebetulan nilai akhir kami (aku dan kakakku) mencukupi nilai standar untuk masuk sekolah favorit. Tapi kakak kakakku lebih memilih masuk Aliyah. Alasannya sekolah umum pasti mengurangi pelajaran agama. Sedang kakak ketigaku memilih masuk SMA negeri. Alasannya dia ingin masuk ke perguruan tinggi favorit lewat jalur undangan. Sedang aku memilih sekolah yang dekat rumah saja, yakni sekolah swasta di dekat rumahku.
Tentang kewajiban berjilbab aku baru mengetahuinya ketika di SMA, waktu itu pelajaran agama. Allah menerangkan tentang kewajiban menutup aurat dalam al-Quran Surrah Al-ahzab ayat 59 yang terjemahannya sebagai berikut:
“Hai nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Walau belum bisa menyempurnakan jilbab untuk dikenakan. Tapi sejak SMA aku mulai inten mengenakan jilbab terlebih semenjak bergabung di Rohis, tapi busanaku belum membaik, masih mau mengenakan celana dan jilbabnya belum sempurna. Setelah masuk kuliah dan aktif di LDK barulah perlahan dan pasti jilbabku mulai diperbaiki. Dan Alhmadulilllah begitu luar biasanya menjaga marwah diri. Kita terhindar dan terjaga dengan busana yang kita kenakan.
Pernah aku bertanya kepada teman kuliahku yang hampir saja dikeluarkan dosen Agama Islam karena masuk kelas tanpa mengenakan jilbab, “Kenapa belum mau berjilbab?”
“Tunggu hati ini bersih, baru mau pake jilbab,” jawabnya.
Aku mengerutkan kening, tapi benar juga alangkah indahnya jika busana yang dikenakan sesuai dengan indahnya perbuatan. “Kapan itu?” tanyaku lagi sambil bercanda.
“Ya… enggak tau,” katanya.
“Keburu meninggal!” kataku menimpali, dan ia hanya tertawa.
“Entar pake jilbabnya di kuburan aja,” katanya.
“Ia juga sih, pocong kan menutup aurat, yak?”
“Hahaha…” dia tertawa keras mendengar pernyataanku. Ah… ternyata kita tak lebih baik dari mayat yang dibungkus auratnya dengan berlapis lapis kain kafan.
Jika kalian menemukan pernyataan: “Apakah kita melaksanakan kewajiban kita sebagai muslim harus menunggu hati kita bersih dulu?”
Maka jawablah: “Hidayah itu tidak datang dengan sendirinya, tapi kita yang menjemputnya. Dan Allah tidak akan mengubah suatu kaum, sebelum kaum itu merubah dirinya sendiri.”
So… apakah kita harus menunggu hati yang bersih dulu baru menutup aurat? Bagaimana hati kita bersih? Kotoran-kotoran itu masuk melalui aurat-aurat yang terbuka.
Adalagi pernyataan seperti ini: “Percuma jilbabnya lebar tapi hatinya busuk, nyeritain (ngomongin) orang, mulutnya nyinyir… ish… mending dibuka aja jilbabnya itu.”
Makhluk Allah tidak ada yang sempurnya, tapi saya pun tidak membela pihak manapun.  Kita tanya dulu, kita menutup aurat ini karena apa? Jika kita melakukan ini karena Allah maka keridhoan Allahlah yang kita dapat. Jika menutup aurat karena ingin meraih sesuatu yang bukan karena Allah, maka itu pulalah yang kita dapat. Apa hubungannya dengan jilbab tapi perilakunya buruk? Itu artinya hidayah itu sedang berproses atau memang dia menutup aurat karena ingin meraih sesuatu dan bukan ingin mencari keridhoan Allah.
Misalnya, agar diterima kerja di sebuah instansi yang hanya menerima pekerja yang baik agamanya dan penampilannya, atau karena agar diterima sebagai pasangan hidup seseorang yang mencari pasangan dengan kriteria yang demikian, atau karena tuntutan keluarga, dan lain-lain.” Nah.. mari kita tanyakan kenapa kita berjilbab tapi perbuatan yang tidak baik masih saja dilakukan. Pacaran yes, ghibah oke, nipu teteup, marah-marah sering, dan lain-lain. Berarti itu karena kita belum bisa memperbaiki diri kita. Seharusnya hijab ini menjadi perisai bagi kita. Ketika kita ingin melakukan perbuatan buruk, berpikirlah, “Ah… enggak jadilah, malu aku sama jilbabku. Masa’ jilbabku lebar gini masih mau pacaran. Apa kata orang?” Biarlah ia menjadi alasan kita menjauhi perbuatan buruk sebelum hidayah itu tiba. Ia akan mendekatkan kita kepada ketakutan–ketakutan karena taatnya kita kepada Allah.
Inilah indahnya Islam, ia benar–benar rahmat bagi seluruh alam. Mari kita lakukan langkah-langkah berikut:
  1. Dekati Allah
  2. Perbaiki hijab
  3. Perbaiki tingkah laku
  4. Istiqomah dan tetaplah qona’ah
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang beruntung.
Duhai akhwatifillah, mungkin banyak sikap-sikap manusiawi yang masih saja menggoda kita sementara hijab ini tak mencerminkan tingkah kita. Maka yang perlu kita lakukan adalah restart, restart, dan terus me-restart diri, agar virus-virus itu tak sempat betah di hati kita. Tak semua yang berhijab itu baik, dan tak semua yang tak berhijab itu buruk, tapi yang berhijab dan berakhlak mulia itu adalah bidadari dunia yang sebenarnya. Maka mari kita wujudkan mimpi kita menjadi seorang bidadari dunia. Sebab kemajuan sebuah negara ada di tangan kita, para wanita. Begitu banyak para shahabiyah-shahabiyah yang luar biasa yang dapat kita jadikan teladan. Lewat sirahnya kita bisa banyak belajar darinya.
Akhir kata, “Hijab syar’i adalah pengontrol diri yang perlahan memfilter diri dari akhlak, lisan dan pemikiran yang tidak baik. Jikapun ada cacian sinis itu semata adalah acuan dakwah  kita untuk semakin optimis dan istiqomah. Tetaplah lembut dan tawadhu’ dan menenangkan bagi saudari-saudari kita yang belum hijrah. Jika saudari kita belum bisa menerima kita bisa jadi itu karena kita yang merasa paling benar, maka qona’ahlah! Seorang yang berhijab memang belum tentu shalihah, tapi sudah pasti akhwat shalihah itu pasti berhijab.”
Buatku, kamu, dan kita semua.

Selasa, 11 Februari 2014

Psikologi Anak part I (Duhai Ayah ibu....)

1. Ayah/ibu... jangan risau apa yg belum bisa kulakukan, lihatlah apa yg sudah bisa kulakukan, lihatlah lebih banyak kelebihanku......
2. Ayah/ibu... aku memang belum bisa berhitung, tapi lihatlah aku bisa beryanyi & selalu tersenyum ceria..

3. Ayah/ibu..., jangan keluhkan aku tidak bisa diam, lihatlah energiku ini, bukankah kalau aku jadi pemimpin aku butuh energi sebesar ini

4. Ayah/ibu... jangan kau bandingkan aku dengan anak lain, lihatlah aku tidak pernahr membandingkanmu dengan orang tua yg lain, aku hanya satu

5. Ayah/ibu..., jangan bosan dengan pertanyaan2ku, lihatlah besarnya rasa ingin tahuku, aku belajar banyak dari rasa ingin tau...

6. Ayah/ibu... jangan bentak2 aku, lihatlah aku punya perasaan, seperti engkau juga memilikinya, aku sedang belajar memperlakukanmu kelak...

7. Ayah/ibu...jangan ancam2 aku, seperti engkau juga tidak suka diancam orang lain, lihatlah aku sedang belajar memahami keinginanmu

8. Ayah/ibu...jangan lihat nilaiku yang rata2 atau biasa saja, lihatlah aku mengerjakannya dengan jujur lihatlah aku sudah berusaha

9. Ayah/ibu... aku memang belum bisa membaca, namun lihatlah aku bisa bercerita, pada saatnya aku akan bisa, aku butuh engkau percaya..

10. Ayah/ibu... aku memang kurang mengerti Matematika, tapi lihatlah aku suka berdoa, dan aku senang sekali mendoakan yang terbaik untukmu..

11. Ayah/ibu.... aku memang banyak kekurangan, tapi aku juga punya kelebihan, bantu aku, agar kelak kelebihanku berguna bagi sesama..

12. Ayah/ibu...,hubungan kita sepanjang Zaman, bantu aku mengenalmu dengan cara aku belajar bagaimana engkau mengenalku...

13. Ayah/ibu... aku ingin mengenangmu sebagai yang terbaik, ajari aku dengan melihat yang terbaik darimu, sehingga aku bangga menyebut Namamu ..

14. Ayah/ibu...semoga kita punya cukup waktu untuk saling mengenal dan memahami, aku belajar melihatmu dari cara engkau melihatku
( semoga bermanfa'at)

Minggu, 09 Februari 2014

Hafidzul Qur'an

dari ustadz abdullah zaidi bercerita kepadaku...

"anta tau tidak kalau ada satu suku yang sangat disegani oleh masyaikh saudi, namun berasal dari luar as su'udiyyah?"

"suku apa itu ustadz?"

"pernah dengar mauritaniyyah?"

"belum ustadz, kenapa mereka disegani ustadz?"

"karena kebiasaan mereka dalam menuntut 'ilmu yang sangat luar biasa... jika ada seorang anak kecil disana berumur 7 tahun belum hafal qur'an itu akan sangat memalukan kedua orangtuanya... bahkan 7 dari 13 doktor di mediu berasal dari mauritaniyyah."

"Masya Allah, bagaimana sistem pengajaran mereka?

"pertanyaan anta jamil... memang kita bukan hanya harus takjub, tapi kita harus meniru sistem yang mereka gunakan. jadi begini akhi...
mereka itu mendapatkan pendidikan al qur'an bukan hanya sejak kecil, tapi sejak BAYI...
ketika ada seorang ibu hamil, dia tidak akan menghabiskan waktu hanya tidur di kasur. ibu tersebut akan menyibukkan diri untuk muroja'ah hafalannya... hingga ibu itu terasa letih karenanya...
setelah bayi itu lahir, keluarga yang akan muroja'ah... misalkan seorang anak akan muroja'ah kepada bapak atau ibunya, maka DIWAJIBKAN untuk dia muroja'ah di depan adiknya yang masih bayi pula...
jadi ketika ibunya sedang menggendong bayi tersebut, kakaknya muroja'ah kepada ibunya... kalaupun suara tangis bayi mengganggu kakaknya ya itulah tantangan untuk anak tersebut..."

"Masya Allah, lalu sistem ketika menginjak remaja gimana ustadz?"

"ahsanta, ketika mereka berusia 7 tahun ke atas, mereka akan pergi kepada masyaikh untuk belajar agama. mereka tidak belajar di dalam kelas... jadi para masyaikh setempat membuat tenda di tengah gurun, dan di dalam tenda itulah proses belajar mengajar dilakukan... mungkin dalam fikiran kita menyakitkan karena panasnya. namun itu nikmat untuk mereka karena rasa ingin tau yang tinggi pada diri mereka menjadikan SEDIKIT 'ILMU adalah NIKMAT DAN RIZQI YANG MELIMPAH UNTUK MEREKA, BUKAN HARTA...!!!"

"Masya Allah Masya Allah Yaa Ustadz..."

"Na'am, ketika syaikh tersebut berkata, "istami'..." maka semuanya menatap syaikh tersebut dan menyimak dengan seksama. tidak ada yang berani menulis bahkan bermain pulpen, karena akan dimarahi... setelah syaikhnya menerangkan panjang lebar barulah mereka menulis... mereka menulispun juga bukan di selembar kertas. mereka menulis di batu, daun, kulit pohon atau sejenisnya yang mereka bawa dari rumah, kenapa tidak pakai kertas? karena memang itu dilarang, dan mereka hanya membawa selembar... setelah mereka menulis maka tulisan mereka yang berasal dari ingatan mereka itu ditunjukkan ke syaikh, kalau ada kesalahan maka akan dikembalikan untuk dibetulkan hingga semua santrinya menuliskan semua yang diucapkan syaikh... itu menunjukkan SYAIKH TERSEBUT HAFAL APA YANG DIUCAPKAN.
Masya Allah... Ketika semua santrinya telah menuliskan dengan benar maka syaikh memerintahkan untuk dihapus..."

"Dihapus ustadz? lalu mereka tidak punya catatan pelajaran hari itu dong?"

"Laa yaa akhi, ketika semuanya sudah benar itu menunjukkan pelajaran yang disampaikan oleh syaikh sudah HAFAL DI LUAR KEPALA. Jadi catatan mereka ya ingatan mereka itu... Setelah semuanya benar dan telah dihapus, maka syaikh melanjutkan pelajarannya... begitu seterusnya sampai pelajaran di hari itu habis. Setelah mereka pulang ke rumah, barulah apa yang mereka INGAT mereka tulis ulang dalam buku-buku mereka...
Di usia 17 tahun, mereka sudah bisa mengeluarkan fatwa, yang berarti mereka sudah menjadi MUFTI..."

"Masya Allah, merinding ana ustadz..."

"Jamil... Dulu ketika ana di lipia ada cerita menarik, dosen ana ketika ingin mencari atau mengingat-ingat sebuah hadits maka beliau bertanya kepada temannya yang masih berstatus mahasiswa S2, karena apa?
Karena ikhwan ini sudah hafal kutubus sittah, bulughul marom, shohihain, dan sekarang sedang menghafal musnad imam ahmad dan sudah hafal 2/3 nya... anta tau kan kitab-kitab tersebut tebalnya seperti apa? itu hanya masih tebalnya, belum isi dari kitab tersebut... BERAPA BANYAK HADITS YANG TERDAPAT DI KITAB ITU? Masya Allah.
Dan yang akan lebih mengherankan anta adalah, MEREKA BUKAN HANYA HAFAL MATAN HADITSNYA... NAMUN SAMPAI KE RIJALUL HADITS, PERAWI INI LAHIR TAHUN SEKIAN, MENINGGAL TAHUN SEKIAN, MENGAMBIL HADITS DARI SIAPA SAJA, DINYATAKAN TSIQAH ATAU TIDAK OLEH 'ULAMA, HINGGA DIA BISA MENENTUKAN SENDIRI SANAD HADITS TERSEBUT SHAHIH ATAU TIDAK TANPA MENCATUT PERKATAAN SEORANG MUHADDITS SEPERTI SYAIKH ALBANI KALAU HADITS TERSEBUT SHAHIH..."

"Masya Allah, merasa tidak punya apa-apa ustadz ketika menyadari di belahan bumi lain ada yang mempelajari agama hingga seperti itu..."

"Na'am, ana pun demikian... kalau anta ingat, ustadz erwandi tarmidzi pernah bilang seperti ini. "Janganlah kalian bangga ketika sudah hafal al qur'an, karena memang itu belum ada apa-apanya di kalangan penuntut 'ilmu, dan janganlah kalian bangga ketika sudah hafal hadits arbain, karena itu sudah sangat lazim di kalangan penuntut 'ilmu, janganlah kalian menjadi sombong dengan sedikitnya 'ilmu yang kalian miliki... karena bukannya 'ilmu itu akan bertambah malah bisa jadi akan berkurang. hafal qur'an hanyalah pintu untuk antum memasuki dunia para 'ulama, hadits arbain hanyalah dasar pijakan pertama antum memasuki dunia para 'ulama, namun kalian belum pantas disebut 'ulama..."

"Masya Allah, banyak faidah dari obrolan ini ustadz..."

"Jamil, makna dari zuhud itu apa? Al Faqir Wal Masakin kah? atau seperti apa menurut anta?"

"Yang ditanya tidak lebih mengetahui daripada yang ditanya ustadz..."

"Ahsanta, Barakallahu fiik, zuhud adalah ketika kita mampu meninggalkan apa-apa saja yang tidak bermanfaat untuk kehidupan akhirat kita, al mislu: nonton YKS bermanfaat tidak untuk kehidupan akhirat kita?"

"Tidak ustadz."

"Jamil, maka tinggalkanlah hal yang serupa dengan itu dalam urusan duniawi kita kalau tidak bermanfaat untuk kehidupan akhirat kita... itulah zuhud."

"ahsanta, lalu kenapa 'ulama dari mauritaniyyah tidak terkenal ustadz?"

"karena kebiasaan mereka... mereka lebih disibukkan untuk belajar dan mengajar. Tidak ada yang namanya safari dakwah atau khuruj ke suatu tempat dan yang semisalnya... kalau kita butuh beliau, ya kita yang mengunjungi beliau... sebenarnya banyak 'ulama dari mauritaniyyah, coba saja cari 'ulama yang berakhiran 'as sinqithi'. Mereka adalah hasil didikan adat menuntut 'ilmu ala mauritaniyyah..."
"syukran atas tadzkirahnya ustadz."
"'afwan, sebenarnya ana juga sedang muhasabah diri, kalau diri kita belum dididik dengan sistem seperti itu, berarti tugas kita untuk mendidik anak cucu kita dengan sistem yang mereka miliki..."

akh Gamal Albinsaid Dokter yang dibayar dengan sampah :)

http://banggamal.com/index.php/artikel/gamal-project/item/201-klinik-asuransi-premi-sampah

http://news.detik.com/read/2014/02/02/050315/2484646/10/pendiri-klinik-asuransi-sampah-raih-award-dan-dipuji-pangeran-charles 

(check link di atas)

Tadi pagi saya melihatnya tampil di TV One. Dokter muda yang baru berusia 24 tahun ini telah melakukan hal besar untuk dunia. Ia menunjukkan dedikasi nya sebagai dokter yang rendah hati dan berprestasi. Pantas saja ia mendapat penghargaan dari Pangeran Charles untuk kategori Sustainable Living Young Entrepreneurs Awards yang diselenggarakan oleh Unilever bekerja sama dengan Universitas Cambridge. Wooowwwwwwwwwwwww...Itu karena prestasinya yang membanggakan. 
Beliau mendirikan sebuah layanan kesehatan yang melayani masyarakat namun tidak mengutip uang untuk jasa mereka. melainkan dengan asuransi premi sampah. Masyarakat cukup menyetor sampah kepada mereka maka akan mendapatkan layanan kesehata GRATISSSSSSSSSS. Bukan hanya itu , mereka sudah membantu masyarakat untuk sadar lingkungan bersih. Deuuuuuuuuuuuuhhhhhhhh, mana nih penghargaan dari pemerintah kita?. sungguh ini sangat memotivasi saya. Dan semoga juga memotivasi kita semua. Bahwa kita harus membuktikan sebagai pemuda/i inilah saatnya untuk menunjukkan inovasi-inovasi yang bermanfaat dan nyata. 
pesan beliau kepada kita, ketika dia show on di TV one tadi pagi.
"Jangan takut untuk diremehkan sebab Allah membersamai kita. Serta masa muda lah masa yang Allah beri banyak kelapangan, jadi jangan disia-siakan"
 nah... ini PR buat kita.
Barakallah fii kum., sungguh Allah akan membalas tindakan mulia mereka. 

Rangkuman dari berbagai sumber:


  • Dokter Gamal memilih membuka Klinik Asuransi Premi Sampah sebagai bentuk dedikasinya terhadap kemanusiaan.
  • Klinik ini muncul sejak 2010 lalu lewat organisasi Indonesia Medika. Tapi, baru berjalan enam bulan, klinik ini berhenti beroperasi. Baru sejak Maret 2013 lalu, Dokter Gamal mengaktifkan kembali klinik ini untuk keluarga kurang mampu.
  • Saat ini sudah ada 5 klinik di Malang yang menerapkan Klinik Asuransi Presmi Sampah tersebut dengan jumlah anggota kurang lebih 500 orang.
  • Klinik Asuransi Premi Sampah adalah program asuransi kesehatan dengan premi sampah sebagai pembiayaan program kesehatan.
  • Warga cukup menyerahkan sampah kepada Klinik Mawar Husada di Jalan Sumbersari VB/377, Kecamatan Lowokwaru, Malang Jawa Timur.
  • Sampah yang dikumpulkan warga diolah menjadi uang sebagai “Dana Sehat” melalui 2 cara, untuk sampah organik dijadikan pupuk dengan Metode Takakura, sedangkan untuk sampah anorganik (seperti botol plastik, kardus dan kertas yang dapat didaur ulang) dijual ke pengepul.
  • Dana yang terkempul digunakan untuk pelayanan kesehatan secara holistik, yaitu pengobatan jika pasien sakit (kuratif), melakukan program peningkatan kualitas kesehatan (promotif, seperti : penyuluhan, konsultasi gizi, pembagian buku, dll), mencegah terjadinya sakit (preventif), dan rehabilitatif (home visit, kontrol diabetes, dll).
  • Klinik itu mengajak kader Posyandu, ibu-ibu PKK dan masyarakat untuk mengembangkan Klinik Asuransi Premi Sampah untuk membantu masyarakat.
  • Keberadaan klinik asuransi sampah tidak hanya membantu meringankan finansial warga sekitar. Namun juga membuat kebersihan lingkungan tetap terjaga.
  • Rencana ke depan, dr. Gamal berniat untuk menerapkan sistem pembayaran sampah ini ke klinik lainnya dan juga ke bidang lain (seperti sekolah) di Indonesia.
  • Informasi lengkap tentang Klinik Asuransi Sampah dapat dibaca lewat situsnya : banggamal.com






 

`Dzikrullah`

Halaqah Online kita kali ini akan membahas tentang Dzikir.
Bismillah..

Rasulullah pernah  menjelaskan bahwa dzikrullah menjadi pembeda seorang yang ‘hidup’ dan ‘mati’. Diriwayatkan dari Abu Musa, Rasulullah Saw bersabda: “Perumpamaan orang yang berdzikir mengingat Allah dan yang tidak pernah berdzikir kepadaNya bagai orang yang hidup dan mati”. (HR. Baihaqi). Tentu, maksud hidup dan mati di sini pada sisi hati dan batin. Dalam hadits lain disebutkan: “Sesungguhnya hati itu bisa berkarat sebagaimana besi bila dikenai air”. Rasul ditanya: “Apa penawarnya wahai Rasul?” Rasul bersabda: “Mengingat kematian dan membaca Al-Qur’an. (HR. Baihaqi). Dan membaca Al-Qur’an termasuk  dzikrullah yang paling utama.

Dzikir dalam makna bahasa artinya "Ingat atau Mengingat".
Dzikir yang kali ini akan kita bahas adalah "Dzikrullah" yang berarti "Mengingat Allah".
Subhanallah, betapa Allah memiliki pujian pujian yang hanya Ia lah yang berhak mendapatkannya, pujian itu adalah kalimat kalimat Thoyyibah. Sifat-sifat Allah merupakan Dzikrullah. Sesungguhnya kita sering melafazkannya akan tetapi kita sering melewatkan maknanya.
Dzikir ada bermacam-macam.
1. Dzikir Qolbiah
(merupakan refleksi dari hati, ini merupakan hal yang mendasar dalam keimanan)
2. Dzikir Aqliah
(berupa pemikiran - pemikiran baik , prasangka-prasangka baik terhadap Allah)
3. Dzikir Lisan
(adalah kalimat-kalimat yang kita ucapkan yang dengannya kita dapat mengingat Allah)
4. Dzikir Amaliah
(yakni setiap tindakan kita semata-mata karena Allah)

Didalam Al-qur'an juga banyak pembahasan tentang dzikir salah satunya terdapat dalam Q.S Al-ahzab :35 dan 41-42
"Wahai Orang-orang yang beriman!Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya.
Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang"
(Q.S Al-Ahzab : 41-42)

* Fadhilah Dzikir
Maka manfaat Dzikir bagi hambaNya adalah
1. Mendapatkan rahmat dan ampunanNya
2. Allah menyebutkan nama orang yang berdzikir kepada malaikat
3. Orang yang berdzikir mendapatkan perlindungan
4. Berdzikir lebih baik dari pada orang yang berjihad
5. Mendapatkan ketenangan dalam hidup
6. Orang yang berdzikir adalah orang yang menghidupkan kehidupannya
7. Baik untuk kesehatan (pelepasan CO dari dalam tubuh dan otak)
8. Menghindarkan dari perbuatan buruk
9. Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang

Dan masih banyak lagi manfaat dzikir.  

Source : Catatan Halaqah (19 Februari 2012)

Bismillahirrohmanirrohim...

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah , Robb pencipta Alam semesta ini. Serta sholawat dan salam senantiasa kita hadiahkan kepada Rasulullah shollahu 'alaihi wassalam, semoga kelak kita mendapatkkan syafa'atnya.

Blog ini, adalah blog yang saya buat untuk kepentingan kita semua. InsyaAllah, kami hanya akan menyajikan hal-hal yang mudah-mudahan bermanfaat untuk semua kalangan ummat serta tidak mengandung unsur untuk kepentingan khusus selain syiar islam. 

Didalamnya terdapat beberapa postingan yang beragam termasuk tentang keakhwatan, serba-serbi generasi robbani, profil pemuda/i islam berprestasi, motivasi, syiar yang dirangkum dlam Halaqah online, Quiz yang bervariatif , fashion, resep masakan dan lain lain. Semoga ini bermanfaat. dan memotivasi sahabat semua untuk tetap menyebarkan manfaat untuk semua meski hanya lewat dunia maya.

kenapa harus "Temaram Qalbu"
Temaram, terinspirasi dari waktu fajar dan senja. Kita sering mendapati temaram pada waktu-waktu yang mulia itu. Sungguh pada waktu-waktu itu Allah menampakkan kekuasaanNya nan nyata. yaitu tdari pergeseran bumi yang berotasi maka bergantilah waktu. dan temaram akan terus ada hingga bumi ini terpecah belah (yaumul akhir).
Qalbu (hati), tempat kita mengembalikan segala sikap, lisan dan pemikiran. Organ yang satu ini sudah Allah tetapkan sebagai penentu amal baik dan buruknya manusia.
Temaram Qalbu, adalah keteduhan hati, kerendahan hati yang menyejukkan dan menenangkan.
semoga Blog ini bermanfaat.
Amiin Allahumma Amiin.