Daftar Blog Saya
Selasa, 30 Desember 2014
Rabu, 01 Oktober 2014
Al Biruni , si kelas Biru
Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh...
Alhamdulillah, tahun ini saya di amanahkan menjadi walikelas yang notabene sebelumnya adalah walikelas mereka juga, tidak ada hal yang baru, dan awalnya biasa aja. namun lama kelamaan berada disini lembar demi lembar diary Q terisis dengan catatan tentangg mereka. Sykurnya hati ini masih di anugrahi cinta, cinta untuk menjadi guru terbaik dimata anak-anak ku....
to be continue...
(udah bel nih.... saatnya apersepsi siang dan setelahnya ngajar bimbel :)
Alhamdulillah, tahun ini saya di amanahkan menjadi walikelas yang notabene sebelumnya adalah walikelas mereka juga, tidak ada hal yang baru, dan awalnya biasa aja. namun lama kelamaan berada disini lembar demi lembar diary Q terisis dengan catatan tentangg mereka. Sykurnya hati ini masih di anugrahi cinta, cinta untuk menjadi guru terbaik dimata anak-anak ku....
to be continue...
(udah bel nih.... saatnya apersepsi siang dan setelahnya ngajar bimbel :)
Duhai Allah

Robb…
Engkaulah cahaya di atas cahaya
Engkaulah penerang yang ggemintang dan cemmerlang
Engkau hadirkan telaga penyejuk ditengah dahaga
Engkaulah Robbi…
Engkau hadirkan ibu ditengah riang dan tangisku
Engkau hadirkan ayah ditengah kekalahanku dan kemenanganku
Engkau hadirkan kakak ditengah kebingunganku
Engkau hadirkan adik ditengah kesunyianku
Engkau jadikan hidupku lebih sempurna
Robb…
Bolehkah aku bertanya?
Engkau ada dimana?
Aku ingin memelukMu sekejap saja
Sebab aku begitu ingin menjumpai sang MAHA HEBAT
Yang lebih hebat dari apapun dan siapapun
Tapi Allah… guruku bilang
Engkau ada dimana saja
Engkau akan hadir ketika aku mengingatMu dalam dzikir
Engkau akan hadir ketika aku membutuhkanMu
Robb..
Terimakasih atas segalanya..
Engkau berikan aku Ayah… bunda yang menyayangiku
Engkau berikan aku kakak dan adik yang menyayangiku
Engkau berikan aku guru-guru yang juga menyayangiku
Semata karena Engkau juga menyayangiku
Duhai Allah……. Aku begitu sayang..
Aku sayang…
Aku sayang…
Aku sayang Engkau Allah,,,,
Aku akan berusaha menjadi apa yang Engkau Mau
Menjadi anak yang sholeh
Menjadi Hafidzoh..
Agar aku bisa bertemu dengan Mu nanti..
Di sana … di Syurga yang Indah..
Bersama ayah… bersama bunda… bersama orang orang yang ku
Cinta…
Allah…. Aku cinta pada Mu….
a Poemer : Intan Zhr, S.Si
(Puisi ini dibacakan ketika pensil ke V SDIT.Robbani Rantauprapat oleh: Fifi Afifah dan Huein Al-Qodri diiringi lagu akustik "maali robbisiwaa" )
Selasa, 30 September 2014
Secoklat hijau
dengan begitu hati-hati dan santun
Ia pun tak berisik
sehingga seekor semut pun tak menyadari kedatangannya
Kemudian ia mengering masih dipermukaan bumi
helainya mengering dan menghitam rupa
namun ia nya tetap tampak mempesona
sebab perlahan ia menyatu dengan tanah hingga rangkanya terlihat begitu indah
Sungguh sekalipun klorofilnya pergi entah kemana
sekalipun stomata nya tak lagi terlihat dimana
Ia tetaplah sehelai daun yang berjasa
hingga kepergiaannya pun tetap menyisakan bahagia
Ia lalu berkumpul bersama tanah
dan menyatu membentuk sekelompk zat yang begitu struktural
tak henti ia berjasa
ia membangun kembali serabut serabut cinta untuk alamnya
Begitu ia berterimakasih kepada TuhanNya
dan tak henti memberi manfaat bagi sekitarnya
oh.. sungguh dedaunan rimbun nan indah menyejukkan mata
lalu berhamburan bukanlah untuk menyusahkan
namun untuk sampai kembali ke tanah
agar kembali menjadikan alam tetap menawan
Kamis, 24 Juli 2014
Temaram di malam 27 Ramadhan :)
Lentera itu bergantian padam,
waktu bermain sudah hampir habis,
mainan percikan api pun sudah habis terbakar semua.
senyum ceria di wajah si kecil NAEN, menambah indah malam ini,
Ini bukan budaya, bukan pula sebuah bid'ah dan bukan pula sebuah kepercayaan.,
yang ku tau, sejak kecil dulu dikampung ku setiap malam 27 Ramadhan, anak-anak berlarian menikmati lentera lentera lilin yang dipasang di halaman rumah mereka,
setelah lilin lilin terpasang, lampu halaman pun dipadamkan, suasana seketika berubah menjadi sangat indah, kemudian kami berlarian dan bermain main di halaman
kata almarhumah nenek dulu "para malaikat malam ini berbondong-bondong turun ke bumi"
dan demikian dengan Ramadhan kali ini
Namun, tahun demi tahun berganti dan semua telah berubah
masa-masa indah waktu kanak-kanak dulu
kini tak lagi didapati,
Tapi aku tak ingin kehilangan moment moment indah dulu,
dihalaman rumah aku tetap menyalakan lilin-lilin dan mengajak "ilan dan "ipal" cucu paling kecil keluarga besar kami,
setelahnya, aku menemani mereka bermain kempang api :)
dan "Naen" , keponakan kecil ku, juga ikut memeriahkan malam 27 Ramadhan kali ini,
Suasana indah tadi malamsempat ku abadikan :)
waktu bermain sudah hampir habis,
mainan percikan api pun sudah habis terbakar semua.
senyum ceria di wajah si kecil NAEN, menambah indah malam ini,
Ini bukan budaya, bukan pula sebuah bid'ah dan bukan pula sebuah kepercayaan.,
yang ku tau, sejak kecil dulu dikampung ku setiap malam 27 Ramadhan, anak-anak berlarian menikmati lentera lentera lilin yang dipasang di halaman rumah mereka,
setelah lilin lilin terpasang, lampu halaman pun dipadamkan, suasana seketika berubah menjadi sangat indah, kemudian kami berlarian dan bermain main di halaman
kata almarhumah nenek dulu "para malaikat malam ini berbondong-bondong turun ke bumi"
dan demikian dengan Ramadhan kali ini
Namun, tahun demi tahun berganti dan semua telah berubah
masa-masa indah waktu kanak-kanak dulu
kini tak lagi didapati,
Tapi aku tak ingin kehilangan moment moment indah dulu,
dihalaman rumah aku tetap menyalakan lilin-lilin dan mengajak "ilan dan "ipal" cucu paling kecil keluarga besar kami,
setelahnya, aku menemani mereka bermain kempang api :)
dan "Naen" , keponakan kecil ku, juga ikut memeriahkan malam 27 Ramadhan kali ini,
Suasana indah tadi malamsempat ku abadikan :)
a Hobbies Of mE
Sebuah kebiasaan belum tentu menjadi sebuah hobbi bagi ku
tapi kesukaan bisa jadi menjadi sebuah hobi
satu lagi, sebuah hobi , gak bisa dikarang-karang!!!
atau biar keren-kerenan , atau biar keliatan lebih intelek,
hellloooooooooooooooooooooooooooooooooow
gak banget!!
daaaaan, ada beberapa hobi yang membutuhkan fasilitas!
dan ingat! kalau beneran hobbi
pasti mengusahakan mendapatkan fasilitas untuk hobi tersebut!
tapi kalau ngaku hobi doank siiiih,,,, kucing juga bisa ngeong kaleeee' ! (haha,, emang iya!! :D )
Aku dan Hobbi Q
1. Fhotografe
Dunia Foto memoto, emang sudah menjai hobi q, Sejak dulu.
Usut punya usut,,, ternyata hobi ini adalah turunan (bukan diferensial ya :D ) dari Papa.
Papa ternyata hobi dunia fotografi walaupun tidak digeluti dengan serius, terlihat dari koleksi kamera Papa sejak muda dulu. Dan ternyata bukan cuma memoto tapi difoto juga hobi ku :)
dari mulai memanfaatkan kamera dari fasilitas HP sampai nabung beli kamera sendiri
.
2. Writing n Reading
Bukan biar keliatan intelek :D
Tapi mustahil bisa nulis tanpa suka baca!
sejak di sekolah tingkat SD , aku sudah mulai suka nulis dan baca.
Mamak selalu menyediakan buku bacaan dirumah, baik itu majalah anak-anak dan buku-buku bacaan dari perpustakan sekolah tempat mamak bekerja. Aku dan kakak-kakak ku bergantian membaca buku yang dibawakan mamak. dan sejak itu, aku suka menuliskan cerita-cerita khayalanku di sebuah buku tulis kosong yang tidak dipakai. :) walaupun THH dan mungkin tak layak baca, sekali lagi ini hobi! sampai smp, sma dan kuliah bahkan hingga usia sekarang pun , aku masih suka menulis. Tapi , aku tak pernah ingin menjadi seorang penulis. Menulis bagi ku adalah hobbi, bukan profesi! dan aku pun tak pernah menuntut diriku menjadi seorang penulis profesional. karena masih banyak hal lain yang mau dilakukan :)
Inilah sekelumit hal gak penting yang bisa ku katakan, tentang sebuah hobbi yang sudah menjadi bagian dari hidup ku! adalah kesal, jika melihat orang lain menjadikan hobbi agar bisa di bilang keren, atau apalah.... please, jangan nodai diri sendiri dengan kebiasaan buruk "ingin dipuji" :D
sekian!!!!!
tapi kesukaan bisa jadi menjadi sebuah hobi
satu lagi, sebuah hobi , gak bisa dikarang-karang!!!
atau biar keren-kerenan , atau biar keliatan lebih intelek,
hellloooooooooooooooooooooooooooooooooow
gak banget!!
daaaaan, ada beberapa hobi yang membutuhkan fasilitas!
dan ingat! kalau beneran hobbi
pasti mengusahakan mendapatkan fasilitas untuk hobi tersebut!
tapi kalau ngaku hobi doank siiiih,,,, kucing juga bisa ngeong kaleeee' ! (haha,, emang iya!! :D )
Aku dan Hobbi Q
1. Fhotografe
Dunia Foto memoto, emang sudah menjai hobi q, Sejak dulu.
Usut punya usut,,, ternyata hobi ini adalah turunan (bukan diferensial ya :D ) dari Papa.
Papa ternyata hobi dunia fotografi walaupun tidak digeluti dengan serius, terlihat dari koleksi kamera Papa sejak muda dulu. Dan ternyata bukan cuma memoto tapi difoto juga hobi ku :)
dari mulai memanfaatkan kamera dari fasilitas HP sampai nabung beli kamera sendiri
.
2. Writing n Reading
Bukan biar keliatan intelek :D
Tapi mustahil bisa nulis tanpa suka baca!
sejak di sekolah tingkat SD , aku sudah mulai suka nulis dan baca.
Mamak selalu menyediakan buku bacaan dirumah, baik itu majalah anak-anak dan buku-buku bacaan dari perpustakan sekolah tempat mamak bekerja. Aku dan kakak-kakak ku bergantian membaca buku yang dibawakan mamak. dan sejak itu, aku suka menuliskan cerita-cerita khayalanku di sebuah buku tulis kosong yang tidak dipakai. :) walaupun THH dan mungkin tak layak baca, sekali lagi ini hobi! sampai smp, sma dan kuliah bahkan hingga usia sekarang pun , aku masih suka menulis. Tapi , aku tak pernah ingin menjadi seorang penulis. Menulis bagi ku adalah hobbi, bukan profesi! dan aku pun tak pernah menuntut diriku menjadi seorang penulis profesional. karena masih banyak hal lain yang mau dilakukan :)
Inilah sekelumit hal gak penting yang bisa ku katakan, tentang sebuah hobbi yang sudah menjadi bagian dari hidup ku! adalah kesal, jika melihat orang lain menjadikan hobbi agar bisa di bilang keren, atau apalah.... please, jangan nodai diri sendiri dengan kebiasaan buruk "ingin dipuji" :D
sekian!!!!!
Jumat, 04 Juli 2014
Ramadhan di ufuk senja
Jingga....
Langit nan jingga di ufuk barat sana
kicau burung masih terdengar menriuhkan suasana senja ini
langit mkelam,, hujan mungkin akan hadir kembali membawa rahmat
sedang tiupan angin nan sepoi... menjadikan suasana menjadi sendu...
jilbabku sibuk bergerak kesana kemari
sedang pandangan ku jauh menerawang ke atas langit yang sendu itu
ah... Allah... suasana senja ini begitu menggambarkan hati ku
ini adalah hari ke 6 Ramadhan..
subhanallah... sangat tak terasa , waktu berlalu begitu cepat
sejak pagi tadi, pikiran ku berkecamuk
anganku melayang ke kampung seberang nan jauh disana
mengkhawatirkan kondisi seseorang..
tangisku mulai memecah,, dan air mata pun mengaliri pipi ini
dalam sujud dan doa yang panjang untuk orang-orang yang ku cintai
Duhai Allah..
di Ramadhan yang mulia ini,
aku sadar akan begitu banyak pula kemuliaan kemuliaan yang akan Engkau hadiahka untuk hambaMu
maka izinkanlah satu dari sekian banyak kemuliaan yang penuh kebaikan dan kebahagiaan itu
kiranya hadir ditengah gundah gulana kami
Amiin...
Langit nan jingga di ufuk barat sana
kicau burung masih terdengar menriuhkan suasana senja ini
langit mkelam,, hujan mungkin akan hadir kembali membawa rahmat
sedang tiupan angin nan sepoi... menjadikan suasana menjadi sendu...
jilbabku sibuk bergerak kesana kemari
sedang pandangan ku jauh menerawang ke atas langit yang sendu itu
ah... Allah... suasana senja ini begitu menggambarkan hati ku
ini adalah hari ke 6 Ramadhan..
subhanallah... sangat tak terasa , waktu berlalu begitu cepat
sejak pagi tadi, pikiran ku berkecamuk
anganku melayang ke kampung seberang nan jauh disana
mengkhawatirkan kondisi seseorang..
tangisku mulai memecah,, dan air mata pun mengaliri pipi ini
dalam sujud dan doa yang panjang untuk orang-orang yang ku cintai
Duhai Allah..
di Ramadhan yang mulia ini,
aku sadar akan begitu banyak pula kemuliaan kemuliaan yang akan Engkau hadiahka untuk hambaMu
maka izinkanlah satu dari sekian banyak kemuliaan yang penuh kebaikan dan kebahagiaan itu
kiranya hadir ditengah gundah gulana kami
Amiin...
Selasa, 01 Juli 2014
Holiday
Liburan yang hanya 1 minggu benar-benar berusaha dimanfaatkan sebaik mungkin. Alhamdulillah dana alokasi buat liburan kali ini cukup banyak. Tapi,,, sebagian ditabung hehe :)
dan inilah fosil fosil yang tertinggal ( serem banget) , moment moment yang sempat diabadikan dalam liburan yang maksa banget itu :D
dan inilah fosil fosil yang tertinggal ( serem banget) , moment moment yang sempat diabadikan dalam liburan yang maksa banget itu :D
Reunian.......
Assalamu'alaikum.......................
haduuuh,,,, blog Quuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu, kangeeeeeeeeeeeeeeeen deeeh.. (ops lebay :D )
Tau apa???
maksudnya tau kenapa udah lama gak ngeblog???? "Yup... karena entah kenapa tiba-tiba my note book yang merah-merah merona itu, mengalami gangguan saraf internet nya, jadi gak bisa internetan via PC deh... bisanya via HP doank.
Baiklah...
Malam ini saya pinjem laptop si kakak hihi... buat melepas kangen sekaligus beres beres disini.
Baiklah kita akan mulai dari ganti alamat blog ya???
Bersebab alamat web yang susah disearching maka saya dengan berta hati akan mengubah alamt blog ini menjadi http://www.zaharafisika.blogspot.com . oke deal yaaa, fisika nya gak ketinggalan ya??? :D
next....
masuk ke menu liburan yang tak seberapa :D
Kilasan kreasi generasi robbani
daaan
ahlan wa sahlan fii syahru romadhon... yeeeaaaay
akan banyak hal yang akan kita bahas disini. :)
oke lets.... :)
haduuuh,,,, blog Quuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu, kangeeeeeeeeeeeeeeeen deeeh.. (ops lebay :D )
Tau apa???
maksudnya tau kenapa udah lama gak ngeblog???? "Yup... karena entah kenapa tiba-tiba my note book yang merah-merah merona itu, mengalami gangguan saraf internet nya, jadi gak bisa internetan via PC deh... bisanya via HP doank.
Baiklah...
Malam ini saya pinjem laptop si kakak hihi... buat melepas kangen sekaligus beres beres disini.
Baiklah kita akan mulai dari ganti alamat blog ya???
Bersebab alamat web yang susah disearching maka saya dengan berta hati akan mengubah alamt blog ini menjadi http://www.zaharafisika.blogspot.com . oke deal yaaa, fisika nya gak ketinggalan ya??? :D
next....
masuk ke menu liburan yang tak seberapa :D
Kilasan kreasi generasi robbani
daaan
ahlan wa sahlan fii syahru romadhon... yeeeaaaay
akan banyak hal yang akan kita bahas disini. :)
oke lets.... :)
Minggu, 09 Maret 2014
Daerah Wisata RantauPrapat part 1
Kali ini,,, teman-teman sekalian akan saya ajak ke suatu tempat yang merupakan kota kelahiran saya namanya "Kabupaten Labuhan Batu". Salah satu kabupaten yang ada di Sumatera Utara. Kota ini tak kalah modern dengan kota-kota yang lain, dengan kekayaan alamnya, ragam budayanya, dan ciri khas makanannya. dan tak kalah pula daerah wisatanya. Wilayah yang berpotensi disebuah desa yang berada di kabupaten ini dijadikan tempat wisata yang tak kalah indahnya. mau tau seperti apa? Check it Out...
Ya... namanya Tebing Linggahara, tempat pemandian dengan dimanjakan air terjun yang jernih dari dataran tinggi wilayah ini. Kealamian daerah ini menambah pesona alam yang sangat merelaks kan. Tempat wisata ini tidak begitu jauh dari kota rantau prapat. Hanya memakan waktu sekitar 1 jam, tapi kita sudah disuguhkan dengan pemandangan yang indah. Tempat wisata alam ini selalu ramain dikunjungi ketika hari libur. Kita tidak dimanjakan dnegan 1 tempat saja, tapi kita bisa menjelajah ke daerah sekitar untuk mendpatkan pemandangan yang indah. hanya dengan membayar Rp.5000; per orang untuk biaya parkir dan perawatan lokasi ini.
Kamis, 06 Maret 2014
Kamar Kaca 7 maret 2014
Bak misbah yang menyinari
ruang kosong membisu
Aku terpaku tapi berkata
dalam dekapan itu
Seperti terhipnotis
Tapi aku sadarkan diri…
Ku ratapi hari demi hari
yang telah ku lalui bersama satu nama
Nama yang sebenarnya tak
ku mengerti tapi selalu menghantui
Sebab hatiku bukan milik
siapa- siapa
Namun kepada Allah lah jua
tempat segala rasa kembali
Ku biarkan saja semua
tetap mebisu
Berharap semua yang ku katakana
didengar
Sebab diamnya ruang ini
menggemakan rintik demi rintik aliran air mata ku
Tetap ku sisipkan namaMU
Berharap keputusan ini
adalah KeridhoanMu
Bagian dari rencanaMu yang
indah itu,
Sabtu, 22 Februari 2014
Cara membuat kue sus yang lembut
Assalamu'alaikum...
ukhtifillah... Dihari minggu yang cerah, adalah timing nya buat kita para Akhwat mendedikasikan diri buat yang namanya "Pekerjaan Rumah" hehe...
dan yang pas banget tuh adalah.. Masak!!!
Yup,, sekedar berbagi pengalaman nih.. kemarin di halaqah saya kami ada agenda keahwatan , dan kali ini agenda keakhwatan kami adalah "masak kue sus" hmmmm kebayang tuh tekstur kue sus yang lembuuut itu,,, :)
oke deh.... langsung aja yan saya bagi resep nya!
gampang dan gak repot!
check it out... yuhuuuuuuuuuuuuu
Bahan Vla :
Cara Membuat Kue Sus
Membuat kulit sus :
ukhtifillah... Dihari minggu yang cerah, adalah timing nya buat kita para Akhwat mendedikasikan diri buat yang namanya "Pekerjaan Rumah" hehe...dan yang pas banget tuh adalah.. Masak!!!
Yup,, sekedar berbagi pengalaman nih.. kemarin di halaqah saya kami ada agenda keahwatan , dan kali ini agenda keakhwatan kami adalah "masak kue sus" hmmmm kebayang tuh tekstur kue sus yang lembuuut itu,,, :)
oke deh.... langsung aja yan saya bagi resep nya!
gampang dan gak repot!
check it out... yuhuuuuuuuuuuuuu
Bahan-bahan :
- 100 gram margarin
- 125 gram terigu
- 200 ml air
- ¼ sdt garam
- 4 butir telur
Bahan Vla :
- 100 gram tepung terigu
- 1 kuning telur, kocok lepas
- 500 ml susu cair
- 125 gram gula pasir
- ½ sdm margarin
- ¼ sdt garam
- 1 sdt rhum
Cara Membuat Kue Sus
Membuat kulit sus :
- Rebus margarin dan air hingga margarin meleleh dan mendidih
- Kemudian masukkan tepung terigu dan garam, aduk rata hingga adonan kalis dan tidak lengket dipanci
- Matikan api, angkat adonan dan diamkan hingga adonan dingin
- Setelah adonan dingin masukkan telur satu persatu sambil dikocok dengan mixer dengan kecepatan rendah
- Setelah selesai bentuk adonan dengan spuit langsung diatas loyang yang sudah dioles margarin
- Panggang dalam oven hingga matang sekitar 30 menit sampai berwarna kecoklatan
Membuat Vla sus :
- Larutkan terigu dengan 150 ml susu. Tambahkan kuning telur aduk rata, sisihkan
- Rebus sisa susu dan gula hingga mendidih, masukkan larutan tepung aduk hingga licin
- Tambahkan margarin dan garam aduk rata
- Masak hingga vla meletup-letup, angkat dan biarkan sampai uapnya hilang
- Kemudian masukkan rhum aduk rata
- Belah kue sus tapi jangan sampai putus kemudian isi dengan satu sendok vla kedalamnya
Kamis, 20 Februari 2014
KISAH SI POHON MANGGA
Disebuah desa, tinggallah seorang putri yg cantik rupawan. Hari-harinya di hiasi dengan senyuman dan kasih sayang. Wajahnya yg lembut, ayu dan rupawan membuat banyak orang yg terpesona akan keindahan paras wajahnya. sang putri selalu menghabiskan waktu senggangnya untuk duduk dan bersantai mesra disebuah taman yg tumbuh subur pohon mangga yg lebat serta rindang daunnya.
Setiap saat ia bercerita tentang senyum, suka, duka dan kadang menangis bersama sang pohon. Pohon itu selalu setia mendengarkan sang putri. Setiap ucapan yg terukir di bibir sang putri, sang pohon selalu menjadi pendengar yg baik dengan memberikan kesejukan di jiwa sang putri. Terkadang sang pohon mengibaskan angin segar dengan dahannya yg lebat. Berusaha Memberikan ketenangan disaat airmata dan keresahan tergores di jiwa sang putri. memberikan senyuman di saat rintihan kegelisahan membelai. Memberikan semangat di saat detak jantung lambat berdetak. Sang pohon begitu setia kepada sang putri. hari-hari mereka lalui dengan penuh keakraban, penuh kasih sayang, penuh penghormatan dan kelembutan.
Suatu ketika, sang putri jatuh hati kepada seorang pemuda tampan di desa tersebut. parasnya yg cantik membuat banyak pemuda yg ingin singgah di hatinya, merasa iri dengan pemuda pilihannya. Seperti biasa, sang pohon menjadi tempat curahan kesenangan, kesedihan serta keceriaan dalam hidupnya. Bahkan isi hatinya kepada pemuda yg berusaha mendekatinya. Seperti biasa, sang pohon selalu setia mendengar, tertawa, bersedih bahkan menangis bersama sang putri dan pujaan hati.
Waktu berjalan mengiringi keabraban dalam canda dan tawa mereka, dan pohon tersebut kini semakin tumbuh segar dan lebat, bahkan putik-putik bunga kini semakin tumbuh merekah, dan berbuah manis. Sang putri dan pemuda pujaan hatinya kini semakin akrab bersama sebatang pohon mangga yang selalu setia menjadi saksi kebahagian, kesedihan dan berupaya memberikan ketenangan, keteduhan dan keceriaan.
Hingga suatu ketika, cuaca buruk menerpa, hama merajalela dan prahara menerka di kehidupan mereka. Sang pohon dengan sekuat tenaga berjuang dan bertahan dalam hebatnya ujian yg melanda. Mempertahankan kokohnya akar agar bisa bertahan hingga beribu tahun. Mempertahankan rindangnya dedaunan hijau agar bisa memberikan kesegaran di setiap mata yg memandang, berjuang meraih ranting-ranting yg rindang agar bisa membiaskan angin segar yg penuh kerinduan.
Perjuangan itu, akhirnya berhasil ia lewati. Seperti biasa, sang putri dan pemuda pujaan hati masih dapat merasakan segarnya dedauan, berpayung dari terpaan zaman, membiaskan angin segar yg penuh kerinduan. Hari-hari mereka lewati seperti biasanya, bermesra, bercanda, suka, duka, asa, coba dan goda bersama si pohon mangga.
Hingga suatu ketika, di saat kesenangan terjamah, keceriaan bersahaja, kemesraan bergayut rindu antara sang putri, dan pemuda di bawah rindangnya dedaunan si pohon mangga
tiba-tiba sang mangga menjatuhkan buahnya. Dengan penuh kebahagian dan harapan bergayut di bisik mereka. Sang putri menyayat sedikit demi sedikit kulit yg menempel di tubuh sang buah. Dengan cermatnya sang putri memotong daging buah yg merah dan merekah.
Namun, kesenangan yg di rasa, keceriaan yg bersahaja, kemesraan yg bergayut rindu tiba-tiba pecah seketika. Daging buah yg di bina, masam rasanya. Kecut di lidah, sebak di hati dan sembilu di jiwa. Seketika sang putri marah kepada sang pohon, bermacam rasa di dalam dada keluar tak terkira. Cercaan demi cercaan keluar menerpa. Menggetarkan setiap ranting, menggugurkan setiap daun, mengecutkan mahkota buah.
Kini, sang pohon hanya terdiam, memendam kenangan yg silam, menyimpan kebahagian yg hilang, membina asa dan harapan mesti hanya menerawang. Menjamah kesalahan-kesalahan dengan mata yg berkunang.
namun, sang pohon berupaya terus tumbuh dan berkembang, belajar dari perjuangan agar dapat memberikan kesejukan, mengibaskan angin segar, Memberikan ketenangan, mengukir senyuman serta semangat di jiwa setiap insan.
Setiap saat ia bercerita tentang senyum, suka, duka dan kadang menangis bersama sang pohon. Pohon itu selalu setia mendengarkan sang putri. Setiap ucapan yg terukir di bibir sang putri, sang pohon selalu menjadi pendengar yg baik dengan memberikan kesejukan di jiwa sang putri. Terkadang sang pohon mengibaskan angin segar dengan dahannya yg lebat. Berusaha Memberikan ketenangan disaat airmata dan keresahan tergores di jiwa sang putri. memberikan senyuman di saat rintihan kegelisahan membelai. Memberikan semangat di saat detak jantung lambat berdetak. Sang pohon begitu setia kepada sang putri. hari-hari mereka lalui dengan penuh keakraban, penuh kasih sayang, penuh penghormatan dan kelembutan.
Suatu ketika, sang putri jatuh hati kepada seorang pemuda tampan di desa tersebut. parasnya yg cantik membuat banyak pemuda yg ingin singgah di hatinya, merasa iri dengan pemuda pilihannya. Seperti biasa, sang pohon menjadi tempat curahan kesenangan, kesedihan serta keceriaan dalam hidupnya. Bahkan isi hatinya kepada pemuda yg berusaha mendekatinya. Seperti biasa, sang pohon selalu setia mendengar, tertawa, bersedih bahkan menangis bersama sang putri dan pujaan hati.
Waktu berjalan mengiringi keabraban dalam canda dan tawa mereka, dan pohon tersebut kini semakin tumbuh segar dan lebat, bahkan putik-putik bunga kini semakin tumbuh merekah, dan berbuah manis. Sang putri dan pemuda pujaan hatinya kini semakin akrab bersama sebatang pohon mangga yang selalu setia menjadi saksi kebahagian, kesedihan dan berupaya memberikan ketenangan, keteduhan dan keceriaan.
Hingga suatu ketika, cuaca buruk menerpa, hama merajalela dan prahara menerka di kehidupan mereka. Sang pohon dengan sekuat tenaga berjuang dan bertahan dalam hebatnya ujian yg melanda. Mempertahankan kokohnya akar agar bisa bertahan hingga beribu tahun. Mempertahankan rindangnya dedaunan hijau agar bisa memberikan kesegaran di setiap mata yg memandang, berjuang meraih ranting-ranting yg rindang agar bisa membiaskan angin segar yg penuh kerinduan.
Perjuangan itu, akhirnya berhasil ia lewati. Seperti biasa, sang putri dan pemuda pujaan hati masih dapat merasakan segarnya dedauan, berpayung dari terpaan zaman, membiaskan angin segar yg penuh kerinduan. Hari-hari mereka lewati seperti biasanya, bermesra, bercanda, suka, duka, asa, coba dan goda bersama si pohon mangga.
Hingga suatu ketika, di saat kesenangan terjamah, keceriaan bersahaja, kemesraan bergayut rindu antara sang putri, dan pemuda di bawah rindangnya dedaunan si pohon mangga
tiba-tiba sang mangga menjatuhkan buahnya. Dengan penuh kebahagian dan harapan bergayut di bisik mereka. Sang putri menyayat sedikit demi sedikit kulit yg menempel di tubuh sang buah. Dengan cermatnya sang putri memotong daging buah yg merah dan merekah.
Namun, kesenangan yg di rasa, keceriaan yg bersahaja, kemesraan yg bergayut rindu tiba-tiba pecah seketika. Daging buah yg di bina, masam rasanya. Kecut di lidah, sebak di hati dan sembilu di jiwa. Seketika sang putri marah kepada sang pohon, bermacam rasa di dalam dada keluar tak terkira. Cercaan demi cercaan keluar menerpa. Menggetarkan setiap ranting, menggugurkan setiap daun, mengecutkan mahkota buah.
Kini, sang pohon hanya terdiam, memendam kenangan yg silam, menyimpan kebahagian yg hilang, membina asa dan harapan mesti hanya menerawang. Menjamah kesalahan-kesalahan dengan mata yg berkunang.
namun, sang pohon berupaya terus tumbuh dan berkembang, belajar dari perjuangan agar dapat memberikan kesejukan, mengibaskan angin segar, Memberikan ketenangan, mengukir senyuman serta semangat di jiwa setiap insan.
***********************************
sahabatku, dalam hidup kita sering di hadapkan oleh berbagai situasi, baik tawa, bermesra, bercanda, suka, duka, asa, serta coba. Dan tak jarang kita bercerita kepada ibu, ayah atau seorang sahabat agar mereka dapat merasakan apa yg kita rasa. Dan terkadang memberikan nasehat akan kelemahan-kelemahan atau kekhilafan kita. Menyokong kebaikan kita bahkan memberikan senyum terhadap keikhlasan kita.
Namun, seorang ayah, ibu dan sahabat itu bukanlah seorang Nabi atau Malaikat yg selalu memberikan senyuman indah dan merekah kepada kita. Terkadang mereka memiliki cara tersendiri untuk membuat kita bahagia. Hentakan mereka, pilu yg di rasa, pastilah bermakna meskipun penuh suka / duka.
Tak selamanya fikiran kita di jamah oleh alam sadar mereka, tak selamanya ia mengerti apa yg kita rasa. Namun percayalah, mereka akan selalu berdoa dan berupaya membuat kamu bahagia meski dengan cara yg berbeda…
----------------------------
sumber : Majelis Ta'lim Darusshofa
Jumat, 14 Februari 2014
Sholeh dan cerdas ala SDIT.ROBBANI...(. part One )
Alya Ananda Syafira
Juara Olimpiade Science 2013-2014
Bersama pembimbing olimpiade math (Novita sari S.Pd) en science(Intan zahrayni S.Si)
Muhammad Haffizuddin Al-Ashad
Juara Olimpiade Mathemathic
bersama pembimbing Olimpiade
Alya adalah anak dari seorang ayah yang bekerja sebagai wirausahawan dibidang kesehatan dan ibunya juga wirausahawan. Alya terkenal dengan kesholehaannya, hafalan Qur'an nya sudah mencapai juz 29. Selama bersekolah ia selalu mendapatkan ranking 1. Subhanallah. Kerendahan hati, mudah berteman,pemaaf ,ramah dan baik serta murah hati. pantas dia memiliki banyak teman dan kecerdasannya mengantarkannya ke jenjang prestasi yang membanggakan.
Hafizuddin atau Hafiz, anak dari seorang Ayah yang merupakan tokoh agama dan ibunya seorang hakim di pengadilan agama. Hafiz terkenal dengan sikap yang pendiam,tak banyak bicara kecuali perkataan nya itu bermanfaat. Penulis sendiri sangat simpatik terhadap anak ini, walau pun baru 1 tahun bergabung di SDIT.Robbani, tapi sudah bisa beradaptasi dengan pelajaran-pelajaran disekolah , dengan kebiasaan baru dan dengan hafalan qur'an.Hafalannya juga sudah mencapai juz 29 . Subhanallah. Sikap nya yang pendiam, cerdas dan sholeh ini mampu mengantarkannya menjadi sang juara di Olimpiade.
Kami perduli terhadap generasi Robbani. Kami ingin Islam dikenal dengan kecerdasannya lewat ajang perlombaan yang mengandalkan prestasi akademis. Kami percaya semua anak cerdas dan sholeh. Dan kami bangga terhadap mereka. 3 tahun kami membina dibidang sains dan matematika dan Alhamdulillah kami mengantarkan anak-anak itu kepada dunia dimana adakalanya kita perlu membuktikan generasi Robbani itu sholeh dan cerdas. Kami ingin menjadikan mereka sholeh dan cerdas, bukan cerdas tapi tak sholeh.
Juara Olimpiade Science 2013-2014
Bersama pembimbing olimpiade math (Novita sari S.Pd) en science(Intan zahrayni S.Si)
Muhammad Haffizuddin Al-Ashad
Juara Olimpiade Mathemathic
bersama pembimbing Olimpiade
Alya adalah anak dari seorang ayah yang bekerja sebagai wirausahawan dibidang kesehatan dan ibunya juga wirausahawan. Alya terkenal dengan kesholehaannya, hafalan Qur'an nya sudah mencapai juz 29. Selama bersekolah ia selalu mendapatkan ranking 1. Subhanallah. Kerendahan hati, mudah berteman,pemaaf ,ramah dan baik serta murah hati. pantas dia memiliki banyak teman dan kecerdasannya mengantarkannya ke jenjang prestasi yang membanggakan.
Hafizuddin atau Hafiz, anak dari seorang Ayah yang merupakan tokoh agama dan ibunya seorang hakim di pengadilan agama. Hafiz terkenal dengan sikap yang pendiam,tak banyak bicara kecuali perkataan nya itu bermanfaat. Penulis sendiri sangat simpatik terhadap anak ini, walau pun baru 1 tahun bergabung di SDIT.Robbani, tapi sudah bisa beradaptasi dengan pelajaran-pelajaran disekolah , dengan kebiasaan baru dan dengan hafalan qur'an.Hafalannya juga sudah mencapai juz 29 . Subhanallah. Sikap nya yang pendiam, cerdas dan sholeh ini mampu mengantarkannya menjadi sang juara di Olimpiade.
Kami perduli terhadap generasi Robbani. Kami ingin Islam dikenal dengan kecerdasannya lewat ajang perlombaan yang mengandalkan prestasi akademis. Kami percaya semua anak cerdas dan sholeh. Dan kami bangga terhadap mereka. 3 tahun kami membina dibidang sains dan matematika dan Alhamdulillah kami mengantarkan anak-anak itu kepada dunia dimana adakalanya kita perlu membuktikan generasi Robbani itu sholeh dan cerdas. Kami ingin menjadikan mereka sholeh dan cerdas, bukan cerdas tapi tak sholeh.
Kenapa berjilbab tapi belum sholeha?
dakwatuna.com – Tidak ada alasan bagiku untuk tidak
mengenakan hijab ini. Hijab yang telah melekat dan kukenal sejak aku
berusia sangat dini, bahkan saat sebelum aku mengetahui kewajiban untuk
menutup aurat. Namun demikanlah orang tuaku, kami dikenalkan menutup
aurat sejak kecil walau hanya sekedar dikenalkan. Memasuki usia sekolah,
orangtuaku memilih ibtida’iah sebagai tempat kami menutut
ilmu. Sudah menjadi program mama dan papa untuk pendidikan anak-anak
mereka. Untuk sekolah dasar dan menengah pertama, mereka akan
menyekolahkan kami di sekolah yang bebasis agama Islam. Sedang ketika
menengah atas mereka membebaskan kami sekolah di manapun yang kami mau.
Tentunya semua dilakukan untuk mengenalkan kami tentang Islam yang kaffah sejak dini.
Jilbab…
Sejak masuk sekolah dasar aku sudah mengenakan jilbab. Walau hanya dipakai ketika masuk sekolah saja. Ini sudah cukup untuk mendidik kami bahwa ternyata yang membedakan seorang muslimah dengan wanita dari agama lain adalah jilbab. So… bagaimana dengan muslimah yang tak mengenakan jilbab?? Jawablah pertanyaan ini sendiri.
Sampai di sekolah menengah pertama aku masih mengenakan jilbab ketika bersekolah. Saat itu aku belum memahami tentang kewajiban mengenakan jilbab. Tapi jika bertemu dengan guru atau teman sekolah dalam keadaan tak berjilbab rasanya maluuuu sekali. Alhamdulillah ternyata itu awal dari bagaimana cara Allah mengingatkanku tentang kewajiban berjilbab.
Selanjutnya seperti yang dijanjikan orangtuaku, ketika masuk SMA kami bebas memilih kemana pun kami ingin. Kebetulan nilai akhir kami (aku dan kakakku) mencukupi nilai standar untuk masuk sekolah favorit. Tapi kakak kakakku lebih memilih masuk Aliyah. Alasannya sekolah umum pasti mengurangi pelajaran agama. Sedang kakak ketigaku memilih masuk SMA negeri. Alasannya dia ingin masuk ke perguruan tinggi favorit lewat jalur undangan. Sedang aku memilih sekolah yang dekat rumah saja, yakni sekolah swasta di dekat rumahku.
Tentang kewajiban berjilbab aku baru mengetahuinya ketika di SMA, waktu itu pelajaran agama. Allah menerangkan tentang kewajiban menutup aurat dalam al-Quran Surrah Al-ahzab ayat 59 yang terjemahannya sebagai berikut:
“Hai nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Walau belum bisa menyempurnakan jilbab untuk dikenakan. Tapi sejak SMA aku mulai inten mengenakan jilbab terlebih semenjak bergabung di Rohis, tapi busanaku belum membaik, masih mau mengenakan celana dan jilbabnya belum sempurna. Setelah masuk kuliah dan aktif di LDK barulah perlahan dan pasti jilbabku mulai diperbaiki. Dan Alhmadulilllah begitu luar biasanya menjaga marwah diri. Kita terhindar dan terjaga dengan busana yang kita kenakan.
Pernah aku bertanya kepada teman kuliahku yang hampir saja dikeluarkan dosen Agama Islam karena masuk kelas tanpa mengenakan jilbab, “Kenapa belum mau berjilbab?”
“Tunggu hati ini bersih, baru mau pake jilbab,” jawabnya.
Aku mengerutkan kening, tapi benar juga alangkah indahnya jika busana yang dikenakan sesuai dengan indahnya perbuatan. “Kapan itu?” tanyaku lagi sambil bercanda.
“Ya… enggak tau,” katanya.
“Keburu meninggal!” kataku menimpali, dan ia hanya tertawa.
“Entar pake jilbabnya di kuburan aja,” katanya.
“Ia juga sih, pocong kan menutup aurat, yak?”
“Hahaha…” dia tertawa keras mendengar pernyataanku. Ah… ternyata kita tak lebih baik dari mayat yang dibungkus auratnya dengan berlapis lapis kain kafan.
Jika kalian menemukan pernyataan: “Apakah kita melaksanakan kewajiban kita sebagai muslim harus menunggu hati kita bersih dulu?”
Maka jawablah: “Hidayah itu tidak datang dengan sendirinya, tapi kita yang menjemputnya. Dan Allah tidak akan mengubah suatu kaum, sebelum kaum itu merubah dirinya sendiri.”
So… apakah kita harus menunggu hati yang bersih dulu baru menutup aurat? Bagaimana hati kita bersih? Kotoran-kotoran itu masuk melalui aurat-aurat yang terbuka.
Adalagi pernyataan seperti ini: “Percuma jilbabnya lebar tapi hatinya busuk, nyeritain (ngomongin) orang, mulutnya nyinyir… ish… mending dibuka aja jilbabnya itu.”
Makhluk Allah tidak ada yang sempurnya, tapi saya pun tidak membela pihak manapun. Kita tanya dulu, kita menutup aurat ini karena apa? Jika kita melakukan ini karena Allah maka keridhoan Allahlah yang kita dapat. Jika menutup aurat karena ingin meraih sesuatu yang bukan karena Allah, maka itu pulalah yang kita dapat. Apa hubungannya dengan jilbab tapi perilakunya buruk? Itu artinya hidayah itu sedang berproses atau memang dia menutup aurat karena ingin meraih sesuatu dan bukan ingin mencari keridhoan Allah.
Misalnya, agar diterima kerja di sebuah instansi yang hanya menerima pekerja yang baik agamanya dan penampilannya, atau karena agar diterima sebagai pasangan hidup seseorang yang mencari pasangan dengan kriteria yang demikian, atau karena tuntutan keluarga, dan lain-lain.” Nah.. mari kita tanyakan kenapa kita berjilbab tapi perbuatan yang tidak baik masih saja dilakukan. Pacaran yes, ghibah oke, nipu teteup, marah-marah sering, dan lain-lain. Berarti itu karena kita belum bisa memperbaiki diri kita. Seharusnya hijab ini menjadi perisai bagi kita. Ketika kita ingin melakukan perbuatan buruk, berpikirlah, “Ah… enggak jadilah, malu aku sama jilbabku. Masa’ jilbabku lebar gini masih mau pacaran. Apa kata orang?” Biarlah ia menjadi alasan kita menjauhi perbuatan buruk sebelum hidayah itu tiba. Ia akan mendekatkan kita kepada ketakutan–ketakutan karena taatnya kita kepada Allah.
Inilah indahnya Islam, ia benar–benar rahmat bagi seluruh alam. Mari kita lakukan langkah-langkah berikut:
Duhai akhwatifillah, mungkin banyak sikap-sikap manusiawi yang masih saja menggoda kita sementara hijab ini tak mencerminkan tingkah kita. Maka yang perlu kita lakukan adalah restart, restart, dan terus me-restart diri, agar virus-virus itu tak sempat betah di hati kita. Tak semua yang berhijab itu baik, dan tak semua yang tak berhijab itu buruk, tapi yang berhijab dan berakhlak mulia itu adalah bidadari dunia yang sebenarnya. Maka mari kita wujudkan mimpi kita menjadi seorang bidadari dunia. Sebab kemajuan sebuah negara ada di tangan kita, para wanita. Begitu banyak para shahabiyah-shahabiyah yang luar biasa yang dapat kita jadikan teladan. Lewat sirahnya kita bisa banyak belajar darinya.
Akhir kata, “Hijab syar’i adalah pengontrol diri yang perlahan memfilter diri dari akhlak, lisan dan pemikiran yang tidak baik. Jikapun ada cacian sinis itu semata adalah acuan dakwah kita untuk semakin optimis dan istiqomah. Tetaplah lembut dan tawadhu’ dan menenangkan bagi saudari-saudari kita yang belum hijrah. Jika saudari kita belum bisa menerima kita bisa jadi itu karena kita yang merasa paling benar, maka qona’ahlah! Seorang yang berhijab memang belum tentu shalihah, tapi sudah pasti akhwat shalihah itu pasti berhijab.”
Buatku, kamu, dan kita semua.
Jilbab…
Sejak masuk sekolah dasar aku sudah mengenakan jilbab. Walau hanya dipakai ketika masuk sekolah saja. Ini sudah cukup untuk mendidik kami bahwa ternyata yang membedakan seorang muslimah dengan wanita dari agama lain adalah jilbab. So… bagaimana dengan muslimah yang tak mengenakan jilbab?? Jawablah pertanyaan ini sendiri.
Sampai di sekolah menengah pertama aku masih mengenakan jilbab ketika bersekolah. Saat itu aku belum memahami tentang kewajiban mengenakan jilbab. Tapi jika bertemu dengan guru atau teman sekolah dalam keadaan tak berjilbab rasanya maluuuu sekali. Alhamdulillah ternyata itu awal dari bagaimana cara Allah mengingatkanku tentang kewajiban berjilbab.
Selanjutnya seperti yang dijanjikan orangtuaku, ketika masuk SMA kami bebas memilih kemana pun kami ingin. Kebetulan nilai akhir kami (aku dan kakakku) mencukupi nilai standar untuk masuk sekolah favorit. Tapi kakak kakakku lebih memilih masuk Aliyah. Alasannya sekolah umum pasti mengurangi pelajaran agama. Sedang kakak ketigaku memilih masuk SMA negeri. Alasannya dia ingin masuk ke perguruan tinggi favorit lewat jalur undangan. Sedang aku memilih sekolah yang dekat rumah saja, yakni sekolah swasta di dekat rumahku.
Tentang kewajiban berjilbab aku baru mengetahuinya ketika di SMA, waktu itu pelajaran agama. Allah menerangkan tentang kewajiban menutup aurat dalam al-Quran Surrah Al-ahzab ayat 59 yang terjemahannya sebagai berikut:
“Hai nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Walau belum bisa menyempurnakan jilbab untuk dikenakan. Tapi sejak SMA aku mulai inten mengenakan jilbab terlebih semenjak bergabung di Rohis, tapi busanaku belum membaik, masih mau mengenakan celana dan jilbabnya belum sempurna. Setelah masuk kuliah dan aktif di LDK barulah perlahan dan pasti jilbabku mulai diperbaiki. Dan Alhmadulilllah begitu luar biasanya menjaga marwah diri. Kita terhindar dan terjaga dengan busana yang kita kenakan.
Pernah aku bertanya kepada teman kuliahku yang hampir saja dikeluarkan dosen Agama Islam karena masuk kelas tanpa mengenakan jilbab, “Kenapa belum mau berjilbab?”
“Tunggu hati ini bersih, baru mau pake jilbab,” jawabnya.
Aku mengerutkan kening, tapi benar juga alangkah indahnya jika busana yang dikenakan sesuai dengan indahnya perbuatan. “Kapan itu?” tanyaku lagi sambil bercanda.
“Ya… enggak tau,” katanya.
“Keburu meninggal!” kataku menimpali, dan ia hanya tertawa.
“Entar pake jilbabnya di kuburan aja,” katanya.
“Ia juga sih, pocong kan menutup aurat, yak?”
“Hahaha…” dia tertawa keras mendengar pernyataanku. Ah… ternyata kita tak lebih baik dari mayat yang dibungkus auratnya dengan berlapis lapis kain kafan.
Jika kalian menemukan pernyataan: “Apakah kita melaksanakan kewajiban kita sebagai muslim harus menunggu hati kita bersih dulu?”
Maka jawablah: “Hidayah itu tidak datang dengan sendirinya, tapi kita yang menjemputnya. Dan Allah tidak akan mengubah suatu kaum, sebelum kaum itu merubah dirinya sendiri.”
So… apakah kita harus menunggu hati yang bersih dulu baru menutup aurat? Bagaimana hati kita bersih? Kotoran-kotoran itu masuk melalui aurat-aurat yang terbuka.
Adalagi pernyataan seperti ini: “Percuma jilbabnya lebar tapi hatinya busuk, nyeritain (ngomongin) orang, mulutnya nyinyir… ish… mending dibuka aja jilbabnya itu.”
Makhluk Allah tidak ada yang sempurnya, tapi saya pun tidak membela pihak manapun. Kita tanya dulu, kita menutup aurat ini karena apa? Jika kita melakukan ini karena Allah maka keridhoan Allahlah yang kita dapat. Jika menutup aurat karena ingin meraih sesuatu yang bukan karena Allah, maka itu pulalah yang kita dapat. Apa hubungannya dengan jilbab tapi perilakunya buruk? Itu artinya hidayah itu sedang berproses atau memang dia menutup aurat karena ingin meraih sesuatu dan bukan ingin mencari keridhoan Allah.
Misalnya, agar diterima kerja di sebuah instansi yang hanya menerima pekerja yang baik agamanya dan penampilannya, atau karena agar diterima sebagai pasangan hidup seseorang yang mencari pasangan dengan kriteria yang demikian, atau karena tuntutan keluarga, dan lain-lain.” Nah.. mari kita tanyakan kenapa kita berjilbab tapi perbuatan yang tidak baik masih saja dilakukan. Pacaran yes, ghibah oke, nipu teteup, marah-marah sering, dan lain-lain. Berarti itu karena kita belum bisa memperbaiki diri kita. Seharusnya hijab ini menjadi perisai bagi kita. Ketika kita ingin melakukan perbuatan buruk, berpikirlah, “Ah… enggak jadilah, malu aku sama jilbabku. Masa’ jilbabku lebar gini masih mau pacaran. Apa kata orang?” Biarlah ia menjadi alasan kita menjauhi perbuatan buruk sebelum hidayah itu tiba. Ia akan mendekatkan kita kepada ketakutan–ketakutan karena taatnya kita kepada Allah.
Inilah indahnya Islam, ia benar–benar rahmat bagi seluruh alam. Mari kita lakukan langkah-langkah berikut:
- Dekati Allah
- Perbaiki hijab
- Perbaiki tingkah laku
- Istiqomah dan tetaplah qona’ah
Duhai akhwatifillah, mungkin banyak sikap-sikap manusiawi yang masih saja menggoda kita sementara hijab ini tak mencerminkan tingkah kita. Maka yang perlu kita lakukan adalah restart, restart, dan terus me-restart diri, agar virus-virus itu tak sempat betah di hati kita. Tak semua yang berhijab itu baik, dan tak semua yang tak berhijab itu buruk, tapi yang berhijab dan berakhlak mulia itu adalah bidadari dunia yang sebenarnya. Maka mari kita wujudkan mimpi kita menjadi seorang bidadari dunia. Sebab kemajuan sebuah negara ada di tangan kita, para wanita. Begitu banyak para shahabiyah-shahabiyah yang luar biasa yang dapat kita jadikan teladan. Lewat sirahnya kita bisa banyak belajar darinya.
Akhir kata, “Hijab syar’i adalah pengontrol diri yang perlahan memfilter diri dari akhlak, lisan dan pemikiran yang tidak baik. Jikapun ada cacian sinis itu semata adalah acuan dakwah kita untuk semakin optimis dan istiqomah. Tetaplah lembut dan tawadhu’ dan menenangkan bagi saudari-saudari kita yang belum hijrah. Jika saudari kita belum bisa menerima kita bisa jadi itu karena kita yang merasa paling benar, maka qona’ahlah! Seorang yang berhijab memang belum tentu shalihah, tapi sudah pasti akhwat shalihah itu pasti berhijab.”
Buatku, kamu, dan kita semua.
Langganan:
Postingan (Atom)











