2020 penuh cerita.
Banyak moment yang telah ku lalui di sana. Tak mungkin duka semua,tak mungkin suka semua ,sebab Allah Maha Adil tiap tiap kita di beri perjalanan yg diisi dengan suka dan duka. Namun, kita lebih banyak mengingat duka nya daripada suka nya. Padahal Allah berikan suka duka silih berganti. Suka yang kita rasa niqmat mungkin saja ujian buat kita, duka yang kita rasa sakit mungkin saja niqmat. Hidup ini adalah ujian dan niqmat yg kita rasa hanyalah bonus sebab niqmat yg sesungguhnya kelak akan tampak dari amalan mana yg berat di Yaumil midzan nanti. Namun..ada juga yang hidupnya merasa enak saja, tak pernah susah, padahal jangan kan sholat menutup aurat pun tidak, berbuat buruk tetap dilaksanakan, berzina , korupsi dan lain lain tapi hidupnya terasa tenang saja. Hati hati jangan merasa iri dengan orang yg seperti itu bisa jadi itu adalah istidraj. Allah tak lagi menegurnya, Allah telah membiarkannya, Allah tak lagi membukakan pintu hidayah padanya. Coba bayangin... Tak sedikitpun hati kita tersentuh ubtuk mengejar hidayah, untuk taubat, untuk merasa bersalah, ubtuk rindu akan Allah dan rasulNya ,bayangin jika itu semua hilang???? Itu adalah kondisi terburuk selama hidup kita. Maka bersyukurlah Allah uji kita dan kita semakin dekat denganNya lewat ujian itu.
Kembali ke cerita 2020 ,
Di penghujung 2019 dulu pun banyak hal yg ku lalui salah satunya adalah Allah hadirkan ruang di dalam tubuhku lalu ia titipkan segumpal daging yang terus berkembang 🥺 itu adalah sebuah keajaiban dalam hidupku, di awal tahun 2020 adalah masa masa berat bagi ku. Bahagia sebab Allah hadirkan ia dalam rahimku, namun di sebaliknya Allah uji pula dengan rasa mual, tidur yang tak tenang, hari hari yang gelisah. Jangan kan makan bahkan minum pun tak sanggup sebab semua terasa memualkan. Allah Maha Baik..Allah hadirkan orang orang baik di sekeliling ku, yang tengah banyak membantu ku. Yang ikut bahagia akan apa yg ku rasa. Ada yang mengantar makanan, ada yang mengantar buah buahan, ada yang membantu ini dan itu. Maa sha Allah. Tak sampai disitu di awal tahun 2020 adalah ujian pula bagi kita semua, fenomena wabah virus Corona yang masuk ke Indonesia, dan saat itu Indonesia tengah siaga dan puncaknya di awal Maret ,lockdown dimana mana dan semua dihantui ketakutan, berita berita dikemas begitu menyeramkan. Seakan kematian semakin mendekat. Dan perubahan hidup seakan tengah terjadi begitu cepat. Dan saat itu pula ujian bagi yang tengah hamil dan akan melahirkan. Banyak ibu hamil yang dilanda stress akibat berita ini, bahkan menyebabkan kematian. Saat itu aku dan suami memutuskan lockdown mandiri tak ada siapapun yg boleh bertamu kecuali mematuhi prokes itupun tak boleh berlama. Keluar rumah seperlunya dengan mematuhi prokes. Setiap dari manapun pasti mandi dan baju langsung dicuci. Ya....Allah menyuruh kita berikhtiar bukan apatis.
Sampai awal Ramadhan bahkan idul Fitri dan hingga kini... Wabah ini belum berakhir. Namun di penghujung tahun sudah banyak yang melupakan virus ini, ,padahal virus ini masih ada , namun karena berita yg ada tak lagi dikemas seseram dulu ,masyarakat menjadi lebih tenang menghadapinya, tentu ini mengurangi tingkat stress bagi masyarakat.
Saat waktunya hendak melahirkan, saat itu kami bingung akan melahirkan dimana dan setelah istikharah serta banyak sharing dengan seorang dokter yg juga teman. Akhirnya kami memutuskan pulang kampung dengan menyiapkan semua perlengkapan lahiran. Sebulan lebih di kampung halaman menantikan kehadirannya. Tempat yg dipilih untuk proses persalinan serta dokternya semua sudah kami pilih dan mental sudah disiapkan. Sebulan sebelum melahirkan bolak balik konsultasi agar mendapat waktu yg terbaik dan kondis yang baik. Qodarulloh dokter menyarankan induksi agar bisa lahiran normal dan batu tidak terlalu besar, sebab jika ditunggu maka akan diputuskan untuk operasi karena berat badan bayi terus bertambah drastis tiap minggunya. Maa sha Allah nak..umma lucu kala itu, padahal umma udah diet hihi...
Waktu pun tiba , malam itu kami putuskan mengambil kamar untuk istirahat dan besoknya batu mulai proses untuk induksi. Malam itu tak bisa tidur sesekali terpejam dan terbangun, suami yg lelah juga tak selera untuk tidur ,sesekali tidur dan terbangun. Aku mulai atur strategi untuk tetap fit. Banyak minum air putih,susu Milo ,roti gandum ,sari kurma dan minyak kelapa murni. Semua di konsumsi bergantian dengan jeda waktu. Jam 4 setelah sholat tahajud, saat itu menangis sejadi jadinya, "Ya Robb ..mungkin ini adalah sujud terakhirku, maka ampunkan lah dosa ku ,dan jika nanti aku akan menemui mu, jemputlah aku dengan keindahan bukan ketakutan serta izinkan aku tidak merasa kesepian disana sebab aku takut gelap dan sepi. " Itulah yg ada di benakku, karena saat menghadapi persalinan itu sama dengan menghadapi kematian, ya...antara hidup dan mati. Dokter periksa dan kantung rahim masih tebal ,utuh dan jauh. Prediksi beliau siang baru bisa diproses. Setelah nya aku berjalan kesana kemari, main gymball, berdiri jongkok, dan Nuha mulai aktif banget di perut mungkin dia tahu...sudah saat nya berjumpa dengan umma nya. Jam 11, pecah ketuban Alhamdulillah. Itu artinya aku akan melahirkan???? Ya Allah...Aku akan melahirkan ya Allah..terimakasih ya Allah... Bantu aku...aku tak akan mampu tanpa Mu ya Robb.... Aku tak punya kuasa apapun atas kehadiran anakku nanti, hanya Engkau ya Robb... Teriakku dalam hati saat akan melangkah ke ruang persalinan. Kontraksi mulai beraksi..ya Allah...ini kah kontraksi itu? Ya Allah aku merasakannya...aku bisa merasakannya seperti ibu ibu yang lain...Alhamdulillah... Waktu terus berjalan dan aku bagai di dimensi lain, sakit ,teriak , tapi tak ada rasa lemas, aku merasa punya banyak tenaga, bahkan sempat memukul keras tempat tidur 🤣 sempat menyerah namun dokter dan para suster menguatkan ku... Alhamdulillah pukul 04 sore bukaan sudah 8, dan pukul 5 sudah lengkap ,proses persalinan di mulai, saat itu tenaga ku masih banyak, bahkan untuk memukul dua orang pun aku bisa hahahah.... Tapi Nuha ternyata usil , dia ingin ummanya berusaha lebih keras lagi, dan Allah lah yg membantu ku, saat itu ,, rasanya tak mungkin lagi karena 45menit waktu sudah berlalu dan Nuha belum juga bisa keluar karena aku yg tak bisa mengedan, akhirnya menguatkan doa , dokter juga terdengar menguatkan doanya, meminta pertolongan Allah.. tapi aku masih kuat, aku tak menangis.,dan saat dicoba lagi Alhamdulillah...putri kecil ku lahir, ya Robb..... Aku telah melahirkan seorang anak,, ya Robb...berapa besar kuasaMu, hamba yg lemah ini bisa menjadi seorang ibu dan melewati proses persalinan normal..sungguh rasa syukurku melebihi apapun saat itu. Suara tangis Nuha yg hanya sebentar menandakan hadirnya dan menyapa ummanya, 3 jam masa evaluasi setelah aku dibersihkan, dan Nuha sudah berada di ruangan kamar inap ku, bersama nenek dan ayahnya. Karena saat itu masa pandemi, keluarga tak boleh masuk kecuali bergantian. Papa , uwak, Abang ,kakak ,adik semua menunggu di luar dan bergantian masuk. Semua begitu bahagia, sebab untuk pertama kalinya dari 9 cucu nenek baru Nuha yg lahir normal. Maa sha Allah... Dan penantian panjang 5 tahun itu berujung bahagia, diiringi tangis mamak papa suami dan kakak yang ikut bahagia. Alhamdulillah ya Allah, Alhamdulillah ya Allah...
Kini Nuha sudah memasuki usia hampir 5bulan. Dan ummanya tetap protektif hehe... Tak boleh sembarabgan di pegang karena masih parno sama wabah virus. Jangan kan ornag lain ,sama keluarga sendiri pun umma nya rada bawel hehe... Terserah orang mau memaklumi apa tidak. Yg penting amanah Allah ini ku jaga dengan baik. Saat Nuha bersama yg lain aku masih merasa cemburu. Walau setiap hari bersamanya, namun rasanya waktu tak cukup, ingin terus bersama nya. Izinkan lah ya Allah...
Semoga Nuha tumbuh menjadi anak yang Sholeha ,cerdas,tegas ,dan kuat namun teetap berhati lembut.
Menjadi sebaik baik insan. Aamiin.
Ruqayya Izzatun Nuha
Ruqayya di ambil dari nama Putri kedua Rasulullah bersama Ummahatul mu'minin Siti Khadijah.,ia adalah putri yang santun lembut dan patuh pada kedua orang tua serta sabar , ia juga istri dari seorang lelaki mulia ,tampan dan dermawan ,sahabat Rasulullah yaitu Khalifah Usman bin Affan, semoga segala sikap baiknya ada dalam doa yg terselip pada nama anak kami.
Izzatun, Izzah adalah ketegasan, pendirian,kemuliaan yg sering kita dapati kata ini dalam Al Qur'an, Tun itu sendiri adalah nama dokter yang membantu persalinan umma. Dan Nuha adalah kata yg ada dalam Al-Qur'an yang di ulang beberapa kali, yang artinya orang orang yg berakal atau cerdas. Demikianlah doa yg kami selipkan pada nama anak kami. Bagi kami Nuha adalah amanah berharga dan akan kami jaga,.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar